Batch Images Resize
1. Masuk Irfan view (kalau blom ada, donlod di http://www.irfanview.com/)
2. tekan B
untuk langkah 3,4,5 lihat gambar berikut
1. Masuk Irfan view (kalau blom ada, donlod di http://www.irfanview.com/)
2. tekan B
untuk langkah 3,4,5 lihat gambar berikut
Rumput tetangga memang lebih hijau. Tidak heran, wanita yang berpayudara penuh menginginkan payudara yang lebih ramping, sedangkan wanita berpayudara imut ingin melakukan implantasi payudara. Sebagian lain yang tidak terlalu resah, memilih untuk mengakali cara berpakaian untuk menciptakan kesan payudara yang lebih montok.
Dalam kenyataannya, semua wanita diciptakan berbeda. Bentuk tubuh, apalagi payudaranya, juga berbeda. Sudah sepatutnya kita mencintai tubuh kita apa adanya, dan merawatnya supaya tetap cantik dan indah dilihat. Ketika kita sudah mampu menerima diri kita apa adanya, dan menikmati bentuk tubuh yang diberikan oleh Tuhan, kita akan memperoleh kepercayaan diri. Mendapatkan keyakinan ini enggak susah, kok. Cukup dengan mengingat berbagai keuntungan yang kita rasakan dengan memiliki payudara berukuran kecil.
1. Jika payudara Anda mungil, Anda akan terhindar dari tatapan-tatapan mupeng para pria yang Anda temui di jalanan. Hal inilah yang paling dikeluhkan wanita yang memiliki payudara besar. Ketika berbicara dengan rekan sekantor atau klien, pria juga akan langsung menatap mata Anda, bukan bagian tubuh yang lain.
2. Dengan payudara yang mini, Anda bisa bebas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya tanpa mengkhawatirkan guncangan-guncangan yang terasa tidak nyaman di bagian torso. Wanita yang berdada besar dan tidak menggunakan bra yang sesuai ukuran dan bentuk payudara akan mengalami ketidaknyamanan ini. Guncangan tersebut juga (lagi-lagi) mengundang perhatian para pria.
3. Jika rekan Anda yang berdada penuh mulai berkeluh-kesah karena payudaranya turun akibat gravitasi dan usia yang bertambah, tidak demikian dengan Anda. Wanita dengan payudara mini tidak akan khawatir payudara akan menurun, bahkan setelah mempunyai anak.
4. Tidak risih ketika harus berdesakan dengan orang-orang lain di dalam bus kota atau kereta api dalam kota. Risiko bersinggungan dengan tubuh orang lain di bagian dada (khususnya pria!) juga minim.
5. Tidak mengalami sakit punggung karena menahan payudara yang berat. Wanita yang berpayudara besar biasanya juga menderita karena tali bra yang mengikat punggung dan pundak mereka.
6. Anda bisa tidur telungkup tanpa merasakan ketidaknyamanan di bagian dada. Ketika Anda berbalik untuk telentang, kedua payudara akan kembali ke tempat di mana seharusnya, dan bukannya “terjatuh” ke samping kiri dan kanan.
7. Tidak ada supermodel yang memiliki payudara besar, karena pakaian didesain untuk wanita yang bertubuh rata-rata. Anda tidak akan mengalami kesulitan mencari atasan yang pas, hanya karena bagian dadanya tidak bisa dikancingkan.
8. Saat di rumah, Anda bisa melepas bra. Anda bisa mengurangi rasa sakit akibat kawat pada bra yang berfungsi menyangga payudara. Bahkan mungkin Anda tidak memerlukan bra yang menggunakan kawat.
9. Tidak semua pria menyukai wanita dengan payudara besar. Pria kebanyakan akan menyukai payudara yang berukuran sedang, namun Anda yang payudaranya berukuran mini pun tak perlu khawatir. Sex appeal seseorang tidak ditentukan oleh ukuran payudaranya, dan pria tahu sekali hal itu.
INSPIRASI besar memang bisa datang dari mana saja, termasuk dari film animasi untuk anak-anak. Anda mungkin tak pernah mengira, sebuah film anime Jepang ternyata bisa mengilhami penemuan penting yang merevolusi anggapan tak terpatahkan di jagat transmisi telekomunikasi nirkabel.
Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.
» Read more…
Sekitar tahun 2373 SM, kaisar Shen Nung sedang merebus sebuah minuman panas. Tapi rupanya dia lupa menutup ketel air tersebut, sehingga tanpa sengaja angin meniup suatu daun di sekitar tempat tinggalnya dan masuk ke dalam ketel tersebut. Pada saat sang kaisar mau mengambil minuman itu, rupanya daun itu sudah bercampur dengan minuman tersebut dan mengeluarkan harum yang luar biasa dan saat dicoba rasanya sangat nikmat. Sejak saat itulah teh mulai beredar di China. » Read more…
Jakarta, Saat ini marak iklan agar mengonsumsi minuman isotonik saat sahur. Tapi sebaiknya masyarakat tidak terkecoh, karena minuman isotonik justru sebaiknya dihindari saat sahur.
“Larutan isotonik sebenarnya diindikasikan untuk menggantikan cairan atau ion tubuh yang hilang melalui keringat akibat berolahraga atau beraktivitas berat. Sementara pada saat sahur orang justru baru bangun tidur dan tidak mengalami kehilangan banyak cairan,” ujar Dr H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM dalam rilisnya, Jumat (13/8/2010).
Dr Ari menuturkan sahur biasanya dilakukan saat seseorang baru bangun tidur sekitar jam 3-4 pagi. Pada kondisi normal, saat baru bangun tidur orang tidak akan mengalami kehilangan cairan dan elektrolit. Sehingga jelas bahwa larutan isotonik tidak dibutuhkan saat seseorang sahur.
Larutan isotonik yang beredar dimasyarakat umumnya berisi unsur gula, ion atau elektrolit antara lain natrium, kalium, kalsium, magnesium dan klorida. Bahkan ada juga beberapa larutan isotonik yang ditambahkan dengan vitamin.
Unsur-unsur ini kata Dr Ari ada konsekuensinya. Seperti gula yang terkandung harus diperhitungkan sebagai asupan kalori, terutama bagi orang yang memiliki obesitas atau diabetes melitus yang harus membatasi asupan kalorinya.
Sedangkan elektrolit natrium (Na) yang dikonsumsi berlebihan bisa memperburuk tekanan darah pada orang yang memiliki hipertensi.
Begitu pula dengan tambahan elektrolit lain pada larutan isotonik akan memperburuk fungsi ginjal seseorang yang memang sudah memiliki gangguan ginjal sebelumnya.
“Sebagian produk isotonik ini ada juga yang berasa asam, hal ini tentu saja akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada orang yang memiliki masalah lambung,” ujar dokter dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM.
Dr Ari memberikan contoh salah satu pasiennya yang berusia 60-an tahun merasa mual dan nyeri di uluhati setelah mengonsumsi salah satu minuman isotonik saat menjelang imsak. Pasien ini akhirnya terpaksa membatalkan puasanya. Pasien ini menuturkan alasannya mengonsumsi minuman isotonik karena takut kehilangan cairan dan ion selama ia berpuasa.
“Padahal menurut saya pasien ini dan keluarganya tidak membutuhkan larutan isotonik tersebut,” ungkap Dr Ari.
Menurut Dr Ari seharusnya pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menertibkan iklan-iklan yang menyesatkan seperti minum larutan isotonik saat sahur.
Sementara Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Dr Ir Roy Alexander Sparringga M.App.Sc ketika dikonfirmasi tentang maraknya iklan-iklan makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak pada tempatnya itu, mengaku masih mempelajari masukan dari masyarakat.
“Saya akan mempelajari dan memperhatikan terlebih dahulu mengenai hal ini,” ujar Dr Roy ketika dikonfirmasi usai jumpa pers obat tradisional di kantor BPOM, Jl Percetakan Negara, Jakarta.
Masyarakat diharapkan lebih kritis dan tidak mudah terkecoh oleh ajakan-ajakan iklan yang tidak tepat, sehingga tidak merugikan diri dan kesehatannya sendiri.